Diberdayakan oleh Blogger.

Archive for Januari 2014

Mengapa ridho suami itu surga bagi para istri

Suami dibesarkan oleh ibu yang mencintainya seumur hidup. Namun ketika dia dewasa, dia memilih mencintaimu yang bahkan belum tentu mencintainya seumur hidupmu. Bahkan seringkali rasa cintanya padamu lebih besar daripada cintanya kepada ibunya sendiri.
Suami dibesarkan sebagai lelaki yang ditanggung nafkahnya oleh ayah ibunya hingga dia beranjak dewasa. Namun sebelum dia mampu membalasnya, dia telah bertekad menafkahimu, perempuan asing yang baru saja dikenalnya dan hanya terikat dengan akad nikah tanpa ikatan rahim seperti ayah dan ibunya.
Suami ridha menghabiskan waktunya untuk mencukupi kebutuhan anak-anakmu serta dirimu. Padahal dia tahu, di sisi Allah engkau lebih harus dihormati tiga kali lebih besar oleh anak-anakmu dibandingkan dirinya. Namun tidak pernah sekalipun dia merasa iri, disebabkan dia mencintaimu dan berharap engkau memang mendapatkan yang lebih baik daripadanya di sisi Allah.
Suami berusaha menutupi masalahnya di hadapanmu dan berusaha menyelesaikannya sendiri. Sedangkan engkau terbiasa mengadukan masalahmu pada dia dengan harapan dia mampu memberi solusi. Padahal bisa saja di saat engkau mengadu itu, dia sedang memiliki masalah lebih besar. Namun tetap saja masalahmu diutamakan dibandingkan masalah yang dihadapinya sendiri.
Suami berusaha memahami bahasa diammu dan bahasa tangismu, sedangkan engkau kadang hanya mampu memahami bahasa verbalnya saja. Itupun bila dia telah mengulanginya berkali-kali.
Bila engkau melakukan maksiat, maka dia akan ikut terseret ke neraka karena dia ikut bertanggung-jawab akan maksiatmu. Namun bila dia bermaksiat, kamu tidak akan pernah dituntut ke neraka karena apa yang dilakukan olehnya adalah hal-hal yang harus dipertanggungjawabkannya sendiri.
Subhanallah……..

6 keutamaan sholat dhuha

6 Rahasia dan Keutamaan Shalat Dhuha

6 Rahasia dan Keutamaan Shalat Dhuha
Rahasia dan Keutamaan Shalat Dhuha –
Shalat duha merupakan salah satu
diantara shalat-shalat sunah yang sangat
dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Banyak
sekali penjelasan hadits yang telah
menyebutkan berbagai keutamaan dan
keistimewaan shalat Dhuha bagi siapa saja
yang melaksanakannya. Berikut ini adalah
beberapa hadits Rasulullah Muhammad
saw yang menceritakan tentang
keutamaan shalat Dhuha, di antaranya:
1. Sedekah bagi seluruh persendian tubuh
manusia
Dari Abu Dzar al-Ghifari ra, ia berkata
bahwa Nabi Muhammad saw bersabda:
“Di setiap sendiri seorang dari kamu
terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan
subhanallah) adalah sedekah, setiap
tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah
sedekah, setiap tahlil (ucapan
lailahaillallah) adalah sedekah, setiap
takbir adalah sedekah, menyuruh kepada
kebaikan adalah sedekah, mencegah dari
kemungkaran adalah sedekah. Dan dua
rakaat Dhuha diberi pahala” (HR Muslim).
2. Ghanimah (keuntungan) yang besar
Dari Abdullah bin `Amr bin `Ash
radhiyallahu `anhuma, ia berkata:
Rasulullah saw mengirim sebuah pasukan
perang.
Nabi saw berkata: “Perolehlah keuntungan
(ghanimah) dan cepatlah kembali!”.
Mereka akhirnya saling berbicara tentang
dekatnya tujuan (tempat) perang dan
banyaknya ghanimah (keuntungan) yang
akan diperoleh dan cepat kembali (karena
dekat jaraknya).
Lalu Rasulullah saw berkata; “Maukah
kalian aku tunjukkan kepada tujuan paling
dekat dari mereka (musuh yang akan
diperangi), paling banyak ghanimah
(keuntungan) nya dan cepat kembalinya?”
Mereka menjawab; “Ya!
Rasul saw berkata lagi:
“Barangsiapa yang berwudhu’, kemudian
masuk ke dalam masjid untuk melakukan
shalat Dhuha, dia lah yang paling dekat
tujuanannya (tempat perangnya), lebih
banyak ghanimahnya dan lebih cepat
kembalinya.” (Shahih al-Targhib: 666)
3. Sebuah rumah di surga
Bagi yang rajin mengerjakan shalat Dhuha,
maka ia akan dibangunkan sebuah rumah
di dalam surga. Hal ini dijelaskan dalam
sebuah hadits Nabi Muahammad saw:
“Barangsiapa yang shalat Dhuha sebanyak
empat rakaat dan empat rakaat
sebelumnya, maka ia akan dibangunkan
sebuah rumah di surga.” (Shahih al-Jami`:
634)
4. Memeroleh ganjaran di sore hari
Dari Abu Darda’ ra, ia berkata bahwa
Rasulullah saw berkata:
Allah ta`ala berkata: “Wahai anak Adam,
shalatlah untuk-Ku empat rakaat dari awal
hari, maka Aku akan mencukupi
kebutuhanmu (ganjaran) pada sore
harinya” (Shahih al-Jami: 4339).
Dalam sebuah riwayat juga disebutkan:
“Innallaa `azza wa jalla yaqulu: Yabna
adama akfnini awwala al-nahar bi’arba`i
raka`at ukfika bihinna akhira yaumika”
(Sesungguhnya Allah `Azza Wa Jalla
berkata: “Wahai anak Adam, cukuplah
bagi-Ku empat rakaat di awal hari, maka
aku akan mencukupimu di sore harimu”).
5. Pahala Umrah
Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah
saw bersabda:
“Barang siapa yang keluar dari rumahnya
dalam keadaan bersuci untuk
melaksanakan shalat wajib, maka
pahalanya seperti seorang yang
melaksanakan haji. Barang siapa yang
keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha,
maka pahalanya seperti orang yang
melaksanakan `umrah…” (Shahih al-
Targhib: 673).
Dalam sebuah hadits yang lain disebutkan
bahwa Nabi saw bersabda:
“Barang siapa yang mengerjakan shalat
fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia
(setelah usai) duduk mengingat Allah
hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua
rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala
seperti pahala haji dan umrah; sempurna,
sempurna, sempurna..” (Shahih al-Jami`:
6346).
6. Ampunan Dosa
“Siapa pun yang melaksanakan shalat
dhuha dengan langgeng, akan diampuni
dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu
sebanyak buih di lautan.” (HR Tirmidzi).

Ibadah yang di tolak dan yang di terima

IBADAH YANG DITERIMA DAN IBADAH
YANG DITOLAK

Dengan tegas Allah memastikan bahwa
tujuan penciptaan bangsa Jin dan Manusia
adalah untuk beribadah kepadaNya.
ﺎَﻣَﻭ ُﺖْﻘَﻠَﺧ َّﻦِﺠْﻟﺍ ﺎَّﻟِﺇ َﺲْﻧِﺈْﻟﺍَﻭ ِﻥﻭُﺪُﺒْﻌَﻴِﻟ
)56 ﺕﺎﻳﺭﺍﺬﻟﺍ )
Tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia
kecuali untuk beribadah kepadaKu (Adz-
Dzariat:56)
Manusia ada dibumi ini untuk ibadah,
maka kehidupan ini bagi manusia adalah
ibadah. Semestinya manusia harus
menjadikan seluruh hidupnya dalam
rangka beribadah kepada Allah. Secara
singkat hidup = ibadah.
Untuk itu Islam memang mengajarkan
konsep ibadah yang mencakup seluruh
kehidupan manusia. Ibadah bukan saja
sholat, puasa, zakat dan haji tetapi
pekerjaan-pekerja duniawi juga
merupakan ibadah. Karena kita yakin
bahwa Islam telah mengatur seluruh
kehidupan manusia mulai dari etika makan
dan minum; cara buang kotoran sampai
kehidupan ekonomi, politik, sosial dan lain
sebagainya.
Maka ketika Allah memerintahkan : Hai
manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah
menciptakanmu… (Q.S. 2:21), artinya
manusia diperintahkan untuk menjadikan
kehidupannya secara total untuk mencari
keridhaan Allah.
Imam Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa
Ibadah adalah istilah untuk semua yang
disukai dan diridhai Allah baik yang
berupa perbuatan atau perkataan seperti
shalat, puasa, zakat, berkata jujur;
berbuat baik kepada orang lain dan
sebagainya. Ini semua adalah perbuatan
perbuatan zhahir, ibadah juga bisa dengan
batin seperti ikhlas, tawakal, cinta Allah
dan sebagainya..
Secara umum, ibadah yang sangat luas ini
terbagi menjadi dua kategori besar:
Ibadah mahdhah yaitu ibadah ritual murni
seperti shalat, puasa, zakat, haji dan
sebagainya.
1. Ibadah ghoiru mahdhah yaitu
kegiatan non-ritual atau semua
kegiatan manusia yang diniatkan
untuk mencari keridhaan Allah.
Ibadah Mahdhah
Ibadah mahdhah adalah ibadah ritual
yang telah ditentukan Allah dan Rasulullah
saw yang secara hukum bisa bersifat wajib
atau sunnat. Ibadah ini diterima Allah
apabila telah memenuhi tiga syarat
mutlak:
1. 1. Niat yang ikhlas
ﺍﻭُﺮِﻣُﺃ ﺎَﻣَﻭ ﺍﻭُﺪُﺒْﻌَﻴِﻟ ﺎَّﻟِﺇ َﻪَّﻠﻟﺍ ُﻪَﻟ َﻦﻴِﺼِﻠْﺨُﻣ
َﺀﺎَﻔَﻨُﺣ َﻦﻳِّﺪﻟﺍ
Dan mereka tidak diperintahkan kecuali
agar beribadah kepada Allah dengan
mengikhlaskan ketaatannya dengan agama
yang lurus… (Q.S. 98:5)
Niat ada syarat yang sangat penting dalam
ibadah. Satu amal ibadah diterima Allah
apabila dilaksanakan dengan niat yang
ikhlas mencari keridhaan Allah. Rasulullah
saw bersabda:
َﻝﻮُﺳَﺭ ِﻪَّﻠﻟﺍ ﻰَّﻠَﺻ ِﻪْﻴَﻠَﻋ ﻢﻬَّﻠﻟﺍ َﻢَّﻠَﺳَﻭ ُﻝﻮُﻘَﻳ ﺎَﻤَّﻧِﺇ
ُﻝﺎَﻤْﻋَﺄْﻟﺍ ِﺕﺎَّﻴِّﻨﻟﺎِﺑ ﺎَﻤَّﻧِﺇَﻭ ٍﺉِﺮْﻣﺍ ِّﻞُﻜِﻟ
ﺎَﻣ ْﻦَﻤَﻓ ﻯَﻮَﻧ ْﺖَﻧﺎَﻛ ُﻪُﺗَﺮْﺠِﻫ ﺎَﻴْﻧُﺩ ﻰَﻟِﺇ
ﺎَﻬُﺒﻴِﺼُﻳ ْﻭَﺃ ٍﺓَﺃَﺮْﻣﺍ ﻰَﻟِﺇ ﺎَﻬُﺤِﻜْﻨَﻳ ُﻪُﺗَﺮْﺠِﻬَﻓ ﻰَﻟِﺇ
ﺎَﻣ َﺮَﺟﺎَﻫ ِﻪْﻴَﻟِﺇ *)ﻖﻔﺘﻣ ﻪﻴﻠﻋ )
Sesungguhnya pekerjaan-pekerjaan itu
sesuai dengan niatnya. Sesungguhnya bagi
seseorang hanya apa yang diniatkannya.
Apabila niatnya untuk keuntungan dunia
maka dia akan mendapatkanya dan hanya
itu balasannya. Apabila niatnya untuk
menikahi seorang gadis maka dia akan
mendapatkannya dan hanya itu
balasannya.
1. 2. Masyru’iyah (disyariatkan Allah
atau Rasulullah saw).
Seluruh kegiatan ibadah mahdhah yang
kita laksanakan harus ada landasan
syaratnya. Dalam artian bahwa ibadah
tersebut diperintahkan oleh Allah atau
Rasulullah saw atau dicontohkan
(disunnahkan) Rasulullah saw. Ibadah
yang tidak ada dasar syareatnya tidak
boleh dilakukan dan apabila dilakukan
akan ditolak bahkan akan berdosa.
َﻝﺎَﻗ ُّﻲِﺒَّﻨﻟﺍ ﻰَّﻠَﺻ ﻢﻬَّﻠﻟﺍ ْﻦَﻣ: ِﻪْﻴَﻠَﻋ ﺎًﻠَﻤَﻋ َﻞِﻤَﻋ
َﺲْﻴَﻟ ِﻪْﻴَﻠَﻋ ﺎَﻧُﺮْﻣَﺃ َﻮُﻬَﻓ ٌّﺩَﺭ * )ﻖﻔﺘﻣ ﻪﻴﻠﻋ )
Setiap perkara yang tidak ada perintah
dari kami (Rasulullah saw), maka
perbuatan tersebut tertolak.
1. 3. Ittiba’ (mencontoh Rasulullah
saw dalam pelaksanaan ibadah
tersebut).
Setiap ibadah ritual dalam pelaksanaannya
harus mengikuti cara yang telah
dicontohkan oleh Rasulullah saw. Shalat,
misalnya, shalat yang diterima Allah adalah
shalat yang dilakukan sesuai dengan
tuntunan Rasulullah saw. Beliau bersabda:
Shalat sebagaimana aku shalat. Dan dalam
haji beliau bersabda: Ambillah dariku cara
pelaksanaan hajimu. Ibadah yang
dilaksanakan tidak sesuai dengan
tuntunan beliau akan ditolak.
Ibadah Ghoiru Mahdhah
Setiap kegiatan dalam kehidupan kita akan
bernilai ibadah dan mendapat balasan
pahala dari Allah apabila memenuhi
syarat-syarat berikut:
Pekerjaan atau kegaiatan tersebut harus
pekerjaan halal. Pekerjaan haram
walaupun dikerja dengan ikhlas tetap akan
menjadi dosa bukan pahala.
Niat yang ikhlas untuk mencari keridhaan
Allah. Pekerjaan baik yang ikhlas akan
menjadi amal ibadah baik pelakunya.
Melaksanakan pekerjaan tersebut dengan
ihsan yaitu dengan cara yang terbaik
untuk mencapai hasil yang terbaik.
Tidak melanggar aturan agama dalam
melakukannya seperti: tidak menzalimi,
tidak mengambil hak orang lain dan
beberapa larangan Allah lainnya.
Pekerjaan tersebut tidak boleh
melalaikannya dari ibadah mahdhah atau
melalaikan dari Allah.
ﺎَﻳ ﺎَﻬُّﻳَﺃ َﻦﻳِﺬَّﻟﺍ ﺍﻮُﻨَﻣﺁ ْﻢُﻜِﻬْﻠُﺗ ﺎَﻟ ْﻢُﻜُﻟﺍَﻮْﻣَﺃ ﺎَﻟَﻭ
ْﻢُﻛُﺩﺎَﻟْﻭَﺃ ْﻦَﻋ ِﻪَّﻠﻟﺍ ِﺮْﻛِﺫ ْﻞَﻌْﻔَﻳ ْﻦَﻣَﻭ َﻚِﻟَﺫ
ُﻢُﻫ َﻚِﺌَﻟﻭُﺄَﻓ َﻥﻭُﺮِﺳﺎَﺨْﻟﺍ )ﻥﻮﻘﻓﺎﻨﻤﻟﺍ 9 )
Hai orang-orang yang beriman janganlah
harta-hartamu dan anak-anakmu
melalaikanmu dari mengingat Allah.
Barang siapa yang melakukan itu
sesungguhnya mereka adalah orang-orang
yang merugi (Q.S.63:9).

- Copyright © SMS GRATIS SAMBIL BACA ARTIKEL - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -